Di sebuah warung kopi sederhana, dua orang teman berbincang ringan. Salah satunya mengeluh karena usia terus bertambah, sementara pernikahan belum juga datang. Temannya menanggapi dengan kalimat yang sering kita dengar. Jodoh sudah diatur. Nanti juga datang sendiri.
Kalimat ini terdengar menenangkan, tetapi menyisakan pertanyaan penting:
Jika semua sudah diatur
Lalu di mana peran usaha manusia
Pertanyaan ini menjadi semakin relevan ketika dibandingkan dengan cara kita memahami rezeki.
Rezeki Dijamin, Usaha Tetap Dijalani
Dalam ajaran Islam, rezeki setiap makhluk berada dalam jaminan Allah. Keyakinan ini memberi rasa aman. Namun jaminan tersebut tidak pernah berdiri sendiri tanpa gerak.
Gambaran ini dijelaskan melalui kehidupan burung:
Pagi hari burung keluar dalam keadaan lapar
Burung terbang dan mencari
Sore hari ia kembali dengan perut kenyang
Jaminan Allah bekerja melalui usaha makhluk-Nya. Tawakal bukan sikap diam, melainkan ketenangan setelah ikhtiar dilakukan.
Jodoh Mengikuti Pola yang Sama
Logika yang sama berlaku dalam urusan jodoh. Jodoh memang berada dalam ketetapan Allah, tetapi ketetapan itu ditempuh melalui langkah nyata.
Dalam ajaran Islam, umat tidak diarahkan untuk menunggu tanpa arah. Panduan tentang memilih pasangan justru diberikan dengan jelas, antara lain dengan mempertimbangkan:
Agama
Akhlak
Kesiapan hidup bersama
Panduan ini menunjukkan bahwa mencari jodoh adalah proses. Menunggu tanpa usaha bukan bentuk tawakal, tetapi bentuk penghindaran dari tanggung jawab pribadi.
Dua Cara Menjalani Keyakinan yang Sama
Bayangkan dua orang yang sama-sama percaya bahwa jodoh adalah takdir.
Orang pertama:
Tidak memperbaiki diri
Tidak memperluas pergaulan yang sehat
Hanya berharap pertemuan datang dengan sendirinya
Orang kedua:
Membangun kualitas diri
Menjaga lingkungan dan nilai
Melangkah serius ketika menemukan kecocokan
Keduanya sama-sama percaya pada takdir. Perbedaannya terletak pada cara menjalani takdir tersebut.
Ikhtiar sebagai Bagian dari Iman
Ikhtiar dalam mencari jodoh memiliki bentuk yang konkret dan bertahap.
Prosesnya mencakup:
Memperbaiki akhlak dan kedewasaan emosi
Menumbuhkan tanggung jawab hidup
Membuka diri pada lingkungan yang sehat
Menjaga niat dan keseriusan
Doa dan tawakal hadir setelah usaha dijalani. Di titik ini, hasil diserahkan kepada Allah dengan lapang. Apa pun hasilnya menjadi bagian dari kebijaksanaan-Nya.
Takdir yang Bergerak Mendekat
Jodoh tidak datang sebagai hadiah bagi yang diam. Ia hadir sebagai pertemuan antara ketetapan dan usaha.
Polanya:
Allah menjamin rezeki, manusia tetap bekerja
Allah menentukan jodoh, manusia tetap mencari
Perubahan selalu dimulai dari dalam diri. Ketika diri dibenahi dan langkah diambil, takdir tidak ditunggu. Takdir bergerak mendekat.