Press ESC to close

Model 70:20:10 dan Kerangka Belajar yang Bertumbuh dari Pengalaman Nyata

  • Feb 04, 2026
  • 2 minutes read

Model Belajar yang Berangkat dari Realitas Kerja

Model 70:20:10 adalah kerangka pengembangan belajar yang menjelaskan bagaimana manusia berkembang secara efektif dalam konteks kerja dan kehidupan profesional. Model ini lahir dari survei tahun 1996 terhadap hampir 200 eksekutif yang diminta merefleksikan pengalaman paling berpengaruh dalam perkembangan karier mereka.

Hasil refleksi tersebut menunjukkan satu pola utama:

  • Pembelajaran paling berdampak tidak dominan berasal dari ruang kelas

  • Perkembangan justru tumbuh dari pengalaman nyata, interaksi sosial, dan refleksi atas praktik sehari-hari

Model ini kemudian merumuskan cara pandang baru tentang belajar yang lebih dekat dengan realitas kerja.


Asal-usul dan Dasar Pemikiran Model

Model 70:20:10 dirumuskan oleh Morgan McCall, Michael M. Lombardo, dan Robert A. Eichinger melalui karya The Career Architect Development Planner.

Dasar pemikiran mereka dapat diringkas sebagai berikut:

  1. Pengembangan individu hampir selalu diawali oleh kesadaran akan kebutuhan untuk berubah

  2. Kesadaran tersebut muncul dari:

    • Umpan balik

    • Kesalahan atau kegagalan

    • Tantangan dan tuntutan peran baru

  3. Dari pengalaman inilah proses belajar menjadi bermakna karena terkait langsung dengan konteks nyata

Belajar tidak berdiri sendiri, tetapi melekat pada dinamika pekerjaan.


Penjelasan Proporsi 70:20:10

Model ini membagi sumber belajar ke dalam tiga komponen utama.

70 persen dari pengalaman kerja langsung
Pembelajaran terjadi ketika seseorang:

  • Menangani tugas menantang

  • Memecahkan masalah nyata

  • Mengambil keputusan penting

  • Menghadapi konsekuensi dari keputusan tersebut

Kemampuan terbentuk karena belajar terjadi di dalam konteks, bukan simulasi.

20 persen dari relasi dan umpan balik
Perkembangan dipercepat melalui coaching dan mentoring:

  • Interaksi dengan atasan dan mentor

  • Diskusi dengan rekan kerja

  • Observasi terhadap praktik baik dan buruk

Relasi sosial memberi koreksi arah yang sering tidak terlihat dari pengalaman pribadi saja.

10 persen dari pelatihan formal
Pelatihan formal mencakup:

  • Kursus

  • Pelatihan

  • Bacaan dan materi pembelajaran

Perannya adalah memberi konsep dan bahasa berpikir untuk memahami pengalaman, bukan menjadi sumber utama perubahan perilaku.


Implikasi Cara Memandang Proses Belajar

Model 70:20:10 tidak menolak pelatihan formal. Model ini menegaskan bahwa belajar menjadi efektif ketika:

  • Pengetahuan terhubung langsung dengan praktik

  • Pembelajaran terjadi bersamaan dengan pekerjaan

  • Refleksi dan umpan balik menjadi bagian dari rutinitas

Dengan kerangka ini, belajar dipahami sebagai proses berkelanjutan, bukan aktivitas sesekali. Fokus bergeser dari mengikuti pelatihan menuju membangun pengalaman kerja yang secara alami memicu pembelajaran dan perkembangan.

Related Posts

Learning System

Seni Melawan Lupa

  • Jun 26, 2026
  • 8 minutes read
  • 31 Views
Seni Melawan Lupa
Learning System

Corporate University Wheel

  • Jun 07, 2026
  • 5 minutes read
  • 83 Views
Corporate University Wheel
Learning System

ASN Corporate University

  • Jun 07, 2026
  • 7 minutes read
  • 84 Views
ASN Corporate University
Learning System

Experiential Learning

  • Mei 29, 2026
  • 6 minutes read
  • 117 Views
Experiential Learning
Mas Wicarita

Founder WIcarita, portal untuk Knowledge Management System