Sastra menghadirkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermakna. Dalam tradisi klasik, keseimbangan ini dirumuskan melalui konsep dulce et utile. Dari sana terlihat bahwa karya sastra tidak hanya dinikmati, tetapi juga membentuk cara manusia memahami kehidupan.
Bakat menulis bukan soal bisa atau tidak, tapi soal berani lanjut ketika prosesnya mulai tidak enak.
Tulisan merekam cara berpikir, kondisi batin, dan keluasan wawasan penulis dalam bahasa yang bisa dipahami siapa saja.