Mitologi Yunani menyimpan lebih dari kisah tentang dewa, monster, dan pahlawan. Di balik perebutan kekuasaan, hukuman, pengetahuan, kesombongan, dan takdir, tersimpan cara manusia kuno memahami persoalan yang sampai sekarang masih kita hadapi.
Semakin besar keinginan untuk melihat segala sesuatu, semakin penting memahami bahwa penglihatan tetap memiliki batas.
Prokrastinasi sebagai tanda kemalasan, padahal ilmu saraf menunjukkan bahwa otak sering kali sedang berusaha melindungi kita dari sesuatu yang dianggap mengancam
Layla dan Majnun mengajak kita memahami bahwa yang bertahan dalam sejarah sering kali bukan akhir sebuah cinta, melainkan makna yang ditinggalkannya.
Fenomena Solomaxxing menunjukkan bahwa makna kemandirian sedang berubah, sekaligus mengajak kita mempertanyakan kembali hubungan antara kesendirian, kebebasan, dan kedewasaan.
Ada saat ketika seseorang memenangkan hampir setiap pertempuran yang dihadapinya, tetapi justru kehilangan tujuan yang sejak awal ingin diperjuangkan.
Dan Ariely menunjukkan bahwa kita tidak selalu rasional, karena pola irasional tersebut muncul secara konsisten, perilaku manusia dapat dipelajari dan diprediksi.
Kefanaan bukanlah lawan dari keindahan. Kefanaan adalah alasan mengapa keindahan memiliki arti.