Menulis sebagai Cara Mengikat Hidup, Dampak, dan Jejak Diri
Menulis sering dipahami sebagai aktivitas ekspresif, padahal ia berfungsi sebagai alat untuk mengelola kompleksitas pikiran. Ketika ide, pengalaman, dan pengetahuan menumpuk tanpa struktur, menulis menjadi cara untuk merapikannya. Dari sana terlihat bahwa menulis bukan sekadar komunikasi, tetapi proses internal untuk memahami diri dan realitas secara lebih jernih.






