"Melihat praktik terbaik membuat kita tahu apa yang berhasil. Memahami alasan di baliknya membuat kita mampu membangun keberhasilan yang baru." — Wicarita
Dalam dunia Organizational Learning, pembelajaran tidak berhenti pada pengumpulan informasi. Nilai sesungguhnya terletak pada kemampuan menemukan lesson learnt yang dapat diterjemahkan menjadi perubahan nyata di organisasi sendiri.
Mengapa Banyak Studi Lapangan Tidak Mengubah Apa Pun?
Setiap tahun berbagai organisasi mengirimkan pegawainya untuk melakukan studi lapangan ke instansi yang dianggap berhasil. Mereka mengunjungi kantor-kantor dengan predikat terbaik, mendengarkan paparan mengenai inovasi, mengamati fasilitas kerja, berdiskusi dengan pimpinan, lalu kembali membawa laporan yang tebal dan dokumentasi yang lengkap. Harapannya sederhana, pengalaman tersebut akan menjadi sumber inspirasi untuk memperbaiki organisasi asal.
Namun kenyataannya sering berbeda.
Beberapa minggu setelah kunjungan berakhir, rutinitas kembali berjalan seperti semula. Laporan selesai disusun, presentasi telah dilakukan, bahkan video dokumentasi telah dipublikasikan. Akan tetapi, perubahan yang benar-benar terjadi di organisasi hampir tidak terlihat. Program kerja tetap berjalan dengan pola lama, cara berpikir tidak banyak berubah, dan inovasi yang semula terlihat menarik perlahan menghilang dari pembicaraan.
Fenomena ini tidak terjadi karena organisasi yang dikunjungi tidak memiliki praktik yang baik. Justru sebaliknya, banyak organisasi yang memang layak menjadi contoh. Persoalannya terletak pada cara kita belajar. Terlalu sering kita berhenti pada apa yang tampak, padahal keberhasilan sebuah organisasi hampir tidak pernah lahir dari hal-hal yang tampak.