Banyak keputusan yang terasa sulit bukan karena kita tidak mengetahui pilihan yang lebih baik. Kesulitan sering muncul karena kita terlalu terikat pada apa yang telah kita korbankan. Waktu, tenaga, uang, dan berbagai usaha yang telah dikeluarkan membuat kita merasa harus terus bertahan, bahkan ketika arah yang ditempuh tidak lagi membawa kita menuju tujuan yang diinginkan
Kerangka Corporate University Wheel yang dikembangkan oleh Prince dan Beaver (2001) membantu menjelaskan bagaimana berbagai elemen tersebut bekerja sebagai satu sistem yang mendukung pencapaian tujuan organisasi.
Ketika pembelajaran menjadi bagian dari strategi organisasi, pengetahuan berubah menjadi kekuatan yang mampu menggerakkan institusi menuju tujuan yang lebih besar.
Mengapa masyarakat Jawa selama berabad-abad mampu menyerap begitu banyak pengaruh budaya tanpa kehilangan identitasnya sendiri? Benedict Anderson melihat jawabannya bukan terutama pada sistem politik, agama, atau ekonomi, melainkan pada cara masyarakat Jawa memahami manusia melalui dunia mitologi wayang.
Teori pembelajaran David Kolb menunjukkan bahwa pengetahuan bukan hasil dari menghafal fakta, melainkan hasil dari dialog yang terus berlangsung antara pengalaman dan pemikiran.
Pengetahuan terbentuk melalui proses yang jauh lebih panjang ketika manusia membaca untuk membangun kerangka berpikir, menulis untuk menata pemahaman, mengalami realitas secara langsung, menjelaskan kembali gagasan tersebut, lalu mengomunikasikannya secara efektif kepada orang lain.